daftar isi

air brush

Jumat, 13 Juni 2014

kurikulum




Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan. Dalam kurikulum terdapat empat elemen pokok antara lain isi, strategi pembelajaran, proses penilaian, dan proses evaluasi.
Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh. Kurikulum juga bisa dikatakan sebagai sebuah pedoman terpusat Nasional. Kurikulum ada yang tidak bisa dirubah (given) dan ada yang bisa disesuaikan. Kurikulum yang bisa disesuaikan contohnya adalah mulok. Karena bisa disesuikan dengan daerah masing-masing, misalnya mulok bahasa Bali untuk daerah Bali.
Kurikulum memiliki fungsi adalah Fungsi kurikulum dalam pendidikan tidak lain merupakan alat untuk mencapai tujuan pendididkan. Dalam hal ini, alat untuk menempa manusia yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Pendidikan suatu bangsa dengan bangsa lain tidak akan sama karena setiap bangsa dan Negara mempunyai filsafat dan tujuan pendidikan tertentu yang dipengaruhi oleh berbagai segi, baik segi agama, idiologi, kebudayaan, maupun kebutuhan Negara itu sendiri. dengan demikian, dinegara kita tidak sama dengan Negara-negara lain, untuk itu, maka: 1) Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, 2) Kuriulum merupakan program yang harus dilaksanakan oleh guru dan murid dalam proses belajar mengajar, guna mencapai tujuan-tujuan itu, 3) kurikulum merupakan pedoman guru dan siswa agar terlaksana proses belajar mengajar dengan baik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
Di Indonesia terdapat banyak kurikulum yang pernah berlaku dintaranya adalah kurikulum berbasis kompetensi (KBK) tahun 2004, kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) tahun 2006, dan kurikulum yang baru mulai diterapkan yaitu kurikulum 2013. Dalam kurikulum 2013 ini, untuk SD/MI terdapat dua kelompok mata pelajaran yaitu kelompok A dan kelompok B. Masing-masing kelompok terdiri dari baberapa mata pelajaran yaitu:




MATA PELAJARAN
ALOKASI WAKTU BELAJAR
PER MINGGU
I
II
III
IV
V
VI
Kelompok A






1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
4
4
4
4
4
4
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
5
6
6
4
4
4
3.
Bahasa Indonesia
8
8
10
7
7
7
4.
Matematika
5
6
6
6
6
6
5.
 Ilmu Pengetahuan Alam
-
-
-
3
3
3
6.
 Ilmu Pengetahuan Sosial
-
-
-
3
3
3
Kelompok B






1.
Seni Budaya dan Prakarya
(termasuk muatan lokal)*
4
4
4
6
6
6
2.
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
(termasuk muatan lokal) /bahasa daerah
4
4
4
3
3
3
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu
30
32
34
36
36
36







 

Program Semester
Program semester adalah program yang berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program semester merupakan penjabaran dari program tahunan. Isi dari program semester adalah tentang bulan, pokok bahasan yang hendak disampaikan, waktu yang direncanakan, dan keterangan-keterangan.
Program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Pada umumnya program semester ini berisikan:
1.      Identitas (satuan pendidikan, mata pelajaran, kelas/semester, tahun pelajaran)
2.     Format isian (standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, jumlah jam pertemuan (JJP), dan bulan).

Salah satu format dari program semester sebagai berikut:





























Minggu, 08 Juni 2014

Teknik Cetak Tinggi


                                                                Teknik  cetak Tinggi
 


Teknik menggambar cetak tinggi
Cetak tinggi merupakan salah satu proses kegiatan mencetak seni grafis yang memanfaatkan bentuk yang paling tinggi yang berasal dari plat klise untuk menghasilkan bentuk karya berupa gambar. Acuan cetak tinggi itu serupa dengan panel ukiran atau panel relief. Oleh sebab itu, cetak tinggi disebut juga cetak relief. Acuan cetak tinggi dibuat dari bahan-bahan keras dan lunak. Dalam pendidikan seni, kegiatan mencetak oleh siswa. Bahan sederhana itu antara lain adalah umbi-umbian, kayu lunak dan karet penghapus. Peralatan cukilnya pun sederhana, yaitu pisau pena dan sejenisnya.
Cetak tinggi adalah salah satu teknik yang bisa di terapkan di sekolah dasar. Teknik cetak tinggi ini sangat mudah dan sederhana di ajarkan pada anak usia sekolah dasar. Hal ini di karenakan tidak membutuhkan biaya yang besar dan banyak, sebab bahan yag diperukan mudah di temukan di lingkungan sekitar tempat tinggal anak. Menggambar Teknik cetak tinggi ini tidak hanya bisa di buat dengan mesin melainkan menggunakan tangan sendiri dengan bahan-bahan yang mudah di dapatkan oleh anak-anak. Selain bahan yang mudah di dapatkan, dengan memberikan cara menggambar cetak tinggi ini kita juga dapat mengetahui kreatifitas peserta didik mana anak yang kreatif dan kurang kreatif. Hal ini juga dapat memacu kekereatifan goresan tangan anak didik saat memotong bahan yang akan di gunakan sebagai alat untuk cetak tinggi. Cetak tinggi ini bisa menggunakan bahan  umbi-umbian seperti wortel, kentang, ketela rambat, umbi talas, pelepah pisang,  selain itu warna yang dapat di gunakan bisa juga dengan tinta yang di buat pabrik juga bisa menggunakan pewarna makanan/kesumbe.  
Hal yang perlu di perhatikan dalam pembuatan sketsa cetak tinggi adalah perhatikan cara memotong bahan seperti wortel dan ubi jalar, setiap pemotingannya harus rata agar mendapatkan hasil yang bagius pada saat pencetakan di kertas gambar, jika potonganna tidak rata maka hasil yang di dapatkan kurang bagus karena pada saat pencetakan akan kelihatan hanya setengah cetakannya. Jadi menurut saya walaupun teknik cetak tinggi mudah di terapkan namun ada hal-hal yang membuatnya sulit yaitu di saat pemotongan bahan. Tidak hanya pemotongan atau pembentukan pada wortel saja yang harus rata, pemotongan pada pelepah pisang juga harus rata dan rapi agar hasil yang di dapatkan sangat bagus. Karena pada pelepah pisang sudah terdapat polanya, beda halnya menggunakan wortel atau kentang. Dengan menggunakan wortel atau kentang kita bisa membuat polan sendiri sesuai dengan pola yang kita inginkan. Pola yang bisa di buat adalah berbagai ragam karena sesuai yang si miliki oleh masing-masing anak. Hal ini di berikan karena kemampuan msing-masing anak berbeda-beda.
Alat dan bahan yang di gunkan:
1.      Wortel, kentang, ubi jalar, ubi talas
2.      Pelepah pisang
3.      Tinta
4.      Bantalan tinta
5.      Cutter
6.      Kertas gambar


Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam proses pembuatan teknik cetak tinggi yaitu:
  1. Pilihlah penampang apa yang akan dijadikan acuan cetaknya pelepah daun atau buah-buahan. Pelepah daun yang sering dijadikan acuan cetak adalah: pelepah daun pisang, bisa juga pelepah daun talas, pelepah daun pepaya. Buah belimbing dapat pula dijadikan sebagai acuan cetak.
  2. Potonglah penampang bahan acuan cetak itu dengan pisau, cutter atau silet. Arah potongan bebas. Usahakan agar permukaan potongan rata. Kerataan permukaan potongan sangat menentukan hasil cetakannya.
  3. Siapkan pewarna. Pewarna yang disiapkan bergantung dari keadaan bahan acuan cetaknya. Bila acuan cetaknya masih mengeluarkan getah/cairan, cukup disediakan serbuk pewarna saja. Pewarna akan menjadi cair setelah bersatu dengan cairan acuan cetak. Akan tetapi bila acuan cetaknya tidak mengeluarkan cairan, kita perlu menyediakan pewarna yang sudah dicampur dengan air.Pewarna serbuk, cukup disebarkan pada alas warna yang bentuknya datar dan rata misalnya: kaca, formica, lembaran plastik, piring. Penampang acuan cetak yang mengandung cairan digosok-gosokan pada serbuk warna yang ditaburkan di alas hingga rata, maka terjadilah warna yang siap pakai. Pewarna cair dapat dipulaskan pada busa/spon, atau pada kapas.
  4. Penampang acuan cetak yang masih basah tekankan pada pewarna yang ada pada alas warna tadi.
  5. Selanjutnya tempelkan (sambil ditekan) acuan cetak tersebut pada kertas yang sudah diletakkan di atas kertas gambar
  6. Kemudian angkat acuan cetaknya. Gambar acuan cetak akan tertera pada kertas. Untuk membuat bentuk/gambar yang sama, lakukan kegiatan seperti yang dilakukan sebelumnya beberapa kali bergantung kebutuhan pada kertas yang sama atau yang lain.
  7. Acuan cetak yang sudah kering (tidak mengeluarkan cairan), pengisian warnanya harus dengan cara menempelkan acuan cetak tersebut pada spon/busa, atau kapas yang sudah diisi pewarna. Pencetakannya sama seperti pada pencetakkan acauan cetak sebelumnya. Demikian pula pengulangan pencetakkannya.
  8. Perlu diperhatikan agar pewarna yang menempel pada acuan cetak tidak berlebihan, tidak pula kekurangan. Bila hal ini terjadi, hasil cetakannya tidak akan memuaskan.

Selasa, 22 April 2014

menggunakan cat AIR




Melukis menggunakan cat air tidaklah mudah, tidak semudah kita melihat orang lain yang sudah ahli menggunakan cat air. Melikis dengan cat air sangat memerlukan kesabaran, keterampilan dan ketelitian dalam menggunakan cat air agar goresan –goresan yang di bentuk memiliki makna tersendiri.
Melukis dengan cat air akan mndapatkan gambar yang sangat bagus, karna cat air memiliki sifat yang transparan dan mudah kering. Dalam penggunaan cat air tidak perlu di campur langsung, melainkan dalam percampuran warna dapat menggunakan teknik penumpukan warna. Dalam teknik ini kita akan mendapatkan warna baru seperti yang kita inginkan. Dengan menumpuk warna utama dengan warna yang lain kita akan mendapatkan warna baru. Proses penumpukan tidaklah susah. Hanya saja memerlukan kesabaran untuk menunggu warna dasar kering . setelah warna dasar kering baru bisa di lakukan proses penumpukan agar warna dasar dan warna tumpukan tidak tercampur. Di harapkam dalam pencampuan cat dan air agar tidak terlalu kental agar hasil warna yang di dapatkan sesuai dengan keinginan. Warna cat air akan terlihat bagus setelah warna itu kering. 


Menurut saya melukis menggunakan cat air sangatlah sulit, tidak semidah sayang yang hanya melihat saja. Namun setelah di berikan praktek untuk melikis menggunakan cat air saya baru tau seberapa sulitnya menggoreskan cat air di atas kertas. Awalnya saya bingung akan membuat apa pada kertas dan cat air. Dari lukisan yang saya buat awalnya saya ingin membuat pemandangan air terjun tapi hasilnya kurang bagus, tapi tidaklah masalah hari itu hari pertama saya menggunakn cat air. Meskipun hasilnya kurang bagus tapi saya mendapatkan pengalaman begitu banyak tentang cat air dan cara 

Air Brush











Seni merupakan cipta, rasa dan  karsa dan karya  yang memiliki nilai keindahan. Seni juga dapat diartikan suatu imajinasi seseorang. Pendidikan senisekarang ini mengarah pada pendidikan seni sebagai alat. Pendidikan bukan sebagai tujuan. Maksud dari kedua pernyataan ini adalah pendidikan seni itu merupakan pendidikan yang mengarah sebagai alat untuk mencapai tujuan. .Bukan pendidikan sebagai tujuan namun pendidikan seni sebagai alat untuk tercapainya tujuan yang diharapkan. Adapun beberapa tujuan yang hendak   dicapai yaitu sebagaiberikut: Pendewasaan Diri, Pematangan Kemampuan,    PematanganKeterampilan, dan  PematanganKesiapan. Dari keempat tujuan tersebut, pendidikan seni diharapkan mampu menjadi alat untuk tercapainya tujuan tersebut. Sekali lagi ditekankan bahwa, pendidikan seni bukan sebagai tujuan, namun pendidikan seni sebagai alat untuk mencapai tujuan. Namun, pada kesempatan kali ini, penulis akan menjelaskan tentang teknik air brush. Teknik air brush merupakan sebuah teknik senirupa yang menggunakan tekanan udara untuk menyemburkan cat atau pewarna pada bidang kerja. Sebenarnya teknik air brush ini sudah dikenal oleh masyarakat luas. Dari zaman saya SD sudah mengenal teknik air brush ini. Tentunya kita harus memilih cermat-cermat pewarna yang akan digunakan baik itu dari segi kemudahan mendapatkan pewarnanya, melihatwarna yang dihasilkan, dan lain-lain.  Namun kita juga harus memperhatikan alat-alat lainnya yang digunakan dalam teknik air brush. Alat-alat itu seperti sikat gigi bekas, saringan tepung atau teh, atau bisa juga sisir.Yang perlu diperhatikan dengan cermat adalah pemilihan sikat gigi .Tidak sembarang sikat gigi dapat menghasilkan air brush yang optimal. Hal ini dikarenakan, agar pada saat penggosokan atau pertemuan antara bulu sikat gigi dengan saringan the tidak menggumpal ataupun yang lebih parahnya cat air tidak tumpah pada kertas gambar. Selain memperhatikan sikat gigi yang bagus kita juga harus memperhatikan cara menggosokan antara sikat dengan saringan agar mendapatkan hasil yang bagus. Banyak hal-hal yang  sulit di lakukan pada saat pewarnaan, yaitu memadukan antara warna dasar dengan warna campurannya. Bila kita bisa menafsirkan warna yang akan di gunakan sebagai camurannya makan hasilnya akan terlihat sangat menarik. Begitupun sebaliknya, jika kita tidak bsa memadukan warna maka hasilnya akan tidak sesuai dengan yang ita inginkan. Berikut cara pembuatannya:
Caranya sebagai berikut:
1.    Siapkan bahan-bahan yang diperlukan seperti :
a.       Pewarna makanan atau pun cat air,
b.      Kertasgambar
c.        Pola (dari daun/bunga, dan lain-lain)
2. Siapkanalat-alat yang diperlukanseperti:
a.       Sikatgigibekas
b.      Saringantepung/tehatausisir
3.Pertama-tama yang harus dilakukan adalah siapkan kertas gambar. Usahakan permukaan kertas gambar harus bersih agar pada saat teknik air brush warna yang dihasilkan tidak tercampur dengan debu.
4.Kemudian setelah itu, jika kita mau memberikan latar warna, kita dapat lakukan hal tersebut agar gambar terlihat lebih bagus.
5.   Teknik air brush lebih baik menggunakan saringan the maupun tepung  yang besi, karena menghasilkan butirn-butiran warna yang lebih kecil dan merata, jika dibandingkan dengan menggunakan sisir..
Dari pemaparan di atas tentang cara pembuatan karya seni dengan teknik air brush hampir sama dengan yang saya lakukan pada karya seni yang saya ciptakan. Padateknik air brush kali ini, saya menggunakan pola berbagai daun bunga.  Langkah pertama yang saya lakukakan dalam pembuatan karya seni ini adalah memberilakan warna pada latar. Setelah itu menempelkan pola dau bunga. Kemudian menambahakan warna lagi.Percampuran antara warna merah sebagai dasar dan hijau kuning, dan biru sebagai warna pencampur.




Montase





Montase merupakan salah satu tekni menggambar yang memanfaatkan bentuk-bentuk yang telah ada sebelumnya. Dalam teknik ini, memggambar harus menggunakan gambar yang menarik sebagai bahan baru. Selain itu seseorang yang menggunakan teknik ini dalam menggambar harus bisa menyusun (gambar-gambar) menjadi susunan yang baru (cerita baru). Dalam penempelannya harus bisa menyesuaikan gambar yang tampak depan dengan gambar yang tampak di belakangnya. Dalam teknik menggambar ini tidak harus menggunakan potongan-potongan gambar aja melainkan bisa di beri variasi-variasi goresan agar gambar tidak terkesan seperti di potong.  Teknik montase ini mudah  diterapkan di sekolah dasar karena bahan-bahan yang di perlukn sangan sederhana, Berikut bahan-bahan yang di gunakan untuk membuat batik sederhana :
Bahan dan alat :
  • Kertas gambar
  • Gunting
  • Lem
  • Gambar-gambar
  • Pensil
  • Koran bekas
  • Krayon
Prosedur pengerjaannya:
  1. Memilih atau memilah gambar yang di inginkan dan membuat tema yang baru
  2. Setelah gambar selesai di pilih, temple di kertas dengan sembarangan tampa lem
  3. Setelah menemukan tema atau cerita gambar barulah temple satu persatu gambar tersebut di atas kertas gambar

4.      Setelah gambar di templeperhatikan lah gambar yang terpotong, jika ada berilah variasi goresan-goresan tertentu agar gambar tidak telihat atau terkesan terpotong. 

Mozaik





Menurut kamus bahasa Indonesia, mozaik adalah seni dekorasi bidang dengan kepingan bahan kertas berwarna yang disusun dan ditempelkan dengan perekat (Depdikdas 2001,756). Dari definisi mozaik tersebut dapat diuraikan pengertiannya, yaitu pembuatan karya seni rupa dua atau tiga dimensi yang menggunakan  material atau bahan dari kepingan – kepingan yang sengaja di buat dengan cara dipotong – potong atau sudah berbentuk potongan kemudian disusun dengan ditempelkan pada bidang datar dengan cara dilem. Pada kegiatan mozaik ini dapat dipergunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar kita seperti kertas warna, biji-bijian, potongan majalah yang sudah tidak dipakai, dan lain sebagainya. Monzaik merupakan seni gambar yang di lakukan di atas kertas gambar yang di buat dari potongan – potongan kertas warna atau kertas bekas seperti majalah bekas, catalog bekas, Koran dan lain sebagainya. Mozaik pada umumnya masih dianggap seni lukis karna disanmping siftanya yang dua dimensi, masih dibantu dengan gambar pada proses pembuatan polanya walaupun bahannya digunakan kertas, daun, biji- bijian , kepingan kaca, pecahan keramik, dan lain-lain. Teknik menggambar mozaik ini sangatlah sulit dan memerlikan kesabaran dalam menepel setiap-tiap potongan kertas yang telah di bentuk. Teknik mozaik ini mudah  diterapkan di sekolah dasar karena bahan-bahan yang di perlukan sangan sederhana, selain menggunakan  kertas bekas teknik ini bisa juga menggunakan daun-daun yang sudah kering seperti daun pisang yang sudah kering. Berikut bahan-bahan yang di gunakan untuk membuat mozaik  :
Bahan dan alat :
  • Kertas gambar
  • Gunting
  • Lem
  • Kertas warna atau kertas bekas
  • Pensil
  • Penghapus
  • Koran bekas
Prosedur pengerjaannya:
1.        Membuat  pola gambar sederhana yang di inginkan dengan pensil
  1. Setelah pola selesai di buat, lalu templelah satu persatu potongan kertas sesuai dengan yang di inginkan, namun tetap mengikuti pola yang telah ada. Setelah pola yang di inginkan selesai , variasikanlah warna yang di inginkan
  2. Bila sudah ditentukan pewarna mana yang akan digunakan, mulailah menyesuaikan warna agar hasil tempelan menjadi lebuh bagu.
  3. Setelah garis pinggir sketsa sudah ditempel dengan kertas tempel, kemudian tempellah bagian dalam sketsa. Dalam penempelan kertas warna antara garis pinggir sketas dengan bagian dalam sketsa hendak nyamenggunakan warna yang berbeda guna memperjelas yang mana garis sketsa dan bagian dalamnya.
  4. Dalam proses penempelan kertas pada sketsa gambar, yang harus diperhatikan adalah cara menempelnya. Cara menempel kertas yang sudah dipotong itu, harus ditempelkan secara merata dan hendaknya dihindari penumpukan penempelan potongan kertas. Hal ini dikarenakan agar gambar yang di tempeli potongan kertas dapat memperoleh suatu pola.,